Wednesday, 28 October 2020

Dongeng sebelum tidur

 



Berikut 3 cerita anak Islami sebelum tidur yang bisa Mom bacakan untuk si kecil.

Dongeng anak Islami #1: Ibrahim dan api

Nabi Ibrahim adalah nabi yang dilahirkan di tengah-tengah masyarakat jahiliah yang musyrik.

Di zaman itu, Raja Namrud (negeri tempat Ibrahim tinggal) mengeluarkan peraturan untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang baru lahir. Alhasil, sejak kecil Nabi Ibrahim telah diasingkan oleh orangtuanya ke hutan.

Seiring berjalannya waktu, Nabi Ibrahim yang cerdas sudah paham bahwa berhala bukanlah Tuhan yang harus disembah. Nabi Ibrahim pun memutuskan untuk menghancurkan semua berhala yang ada di wilayah Namrud.

Mengetahui berhalanya rusak, Raja Namrud geram dan memerintahkan para tentaranya untuk menghukum Nabi Ibrahim dengan cara dibakar hidup-hidup.

Ketika Nabi Ibrahim dilempar ke dalam kobaran api, ia berkata, “Allah (Sendiri) sudah cukup bagi kami, dan, Dia adalah yang terbaik dalam segala urusan.”

Akhirnya api yang berkobar itu padam, dan Nabi Ibrahim berjalan keluar dari puing-puing pembakaran tanpa luka sedikit pun.

Cerita Nabi Ibrahim dan api di atas bisa menginspirasi si kecil untuk melawan rasa takut. Sekarang, setiap kali si kecil merasa takut, yuk, ingatkan mereka untuk mengatakan HasbunAllah seperti Ibrahim, Mom.

Dongeng anak Islami #2: Kebaikan yang dihadiahi mutiara indah

Alkisah, hiduplah empat orang anak bersama ayah mereka yang sedang sakit. Faiz, sang anak bungsu selalu merawat Ayah mereka yang sedang sakit tersebut dengan tulus dan ikhlas. Sementara tiga anak lainnya tidak mau merawat sang Ayah.

Suatu ketika, sang Ayah meninggal, dan Faiz pun begitu sedih. Saat Faiz sedang bersedih, ketiga saudara Faiz mengambil semua harta warisan Ayahnya dan pergi meninggalkan Faiz seorang diri.

Beberapa tahun, Faiz bermimpi bertemu dengan Ayahnya, di dalam mimpi, sang Ayah menyuruhnya untuk pergi ke suatu tempat untuk mengambil uang sebanyak seratus Dinar.

Faiz pun hanya mengabaikan mimpi tersebut. Namun anehnya, Faiz terus memimpikan hal yang sama selama tiga hari berturut-turut.

Karena terus memimpikan hal yang sama, akhirnya Faiz pergi ke tempat yang disebutkan oleh sang Ayah. Sesampainya di tempat, ia benar-benar menemukan uang seratus Dinar tersebut, namun ia hanya mengambil satu dinar saja, karena ia merasa tidak membutuhkan uang sebanyak itu.

Dengan suka cita, Faiz pun pergi ke pasar untuk membeli dua ekor ikan. Sesampai di rumah, istrinya segera membersihkan ikan-ikan itu.

Betapa terkejutnya istri Faiz saat membelah perut ikan tersebut karena ia menemukan dua buah mutiara yang paling indah di dunia.

Dari kisah di atas, Mom bisa menyampaikan kepada si kecil bahwa setiap perbuatan baik akan bertuah baik pula.

Dongeng anak Islami #3: Kisah persahabatan karena Allah

Pada suatu hari, ada sang pengembara berangkat untuk mengunjungi saudaranya di perkampungan yang sangat jauh. Pengembara tersebut harus melewati bukit dan gunung untuk sampai ke perkampungan tersebut.

Di perjalanan, ia bertemu dengan malaikat berwujud manusia yang mau menemaninya selama perjalanan.

Sesampainya sang pengembara di perkampungan, malaikat yang berwujud manusia itu bertanya kepada si pengembara, “Mengapa kau mau pergi sejauh ini untuk menemui saudaramu, apakah ia berhutang padamu?”

Sang pengembara pun menjawab, “Tidak, aku mengunjunginya bukan untuk menagih hutang, Aku mengunjunginya karena aku menyayanginya.”

Mendengar jawaban sang pengembara, malaikat pun menjawab, “Aku adalah malaikat Allah yang diperintahkan untuk menemanimu dalam perjalanan, sungguh Allah mencintaimu, karena kamu menyayangi saudaramu.”

Dari kisah di atas, Mom bisa menyampaikan pada si kecil bahwa Allah sangat mencintai orang-orang yang mau menjaga silaturahmi.

Yuk, jadikan aktivitas dongeng anak islami ini menjadi sebuah ritual.