Apa pendapatmu kalau dip0lig4mi sama perempuan yang cocoknya jadi adik suamimu? Tapi, suamimu malah kùkùh harus nikah sama perempuan itu d3mi dapat p4hala.

Memangnya hatiku yang s4kit ini gak bikin dia berd0sa?


#1


Ambar tidak pernah menyangka kalau di umur empat tahun pernikahannya malah membuat rumah tangganya berada di ujung tànduk.


"Ya sudah, kalau Mas mau menikah lagi, tetapi seperti yang kukatakan dari awal. Aku tidak menyukai segala bentuk polig4mi apa pun alasan dan pahalanya! Aku juga tidak suka pendeklarasian polig4mi di rumah ini, seperti makanan sehari-hari, kalian bebas menambah istri!" Ambar menjawab ucapan Hisyam dengan posisi membelakangi suaminya itu. Ambar tidak m4rah, dia hanya perlu mene gaskan perasaannya.


Ambar tidak tahu bagaimana perasaan para istri pertama di rumah ini setelah tahu mereka dimàdu. Ambar tidak ingin memikirkan perasaan mereka karena dia sendiri tidak cukup mampu untuk mengesampingkan rasa se dih dan kec ewanya atas keputusan Hisyam.


Mendengar penuturan Ambar barusan, Hisyam terlihat diam. Setelah itu, dia mena rik pelan tu buh Ambar untuk menghadapnya. 


"Kita bisa baik-baik kok, Ning. Lihat Umi, Bibi, dan juga Mbak, mereka baik-baik saja, kan?" jelas Hisyam sambil menatap Ambar dengan penuh keinginan agar niat berpolig4minya direstui. 


Sementara itu, Ambar hanya menatap Hisyam dengan ekspresi ingin menge jek.


"Baik-baik yang kamu lihat nggak bisa menjelaskan apakah perasaan mereka juga baik-baik!" Ambar kembali membelakangi suaminya dan melanjutkan aktivitas melipat pakaian.


Sampai kapan suaminya ini dibu takan oleh opini keluarganya yang mencuci ot4k hingga berniat sekali untuk berpolig4mi apa pun alasannya? Belum berpolig4mi saja sudah mengesampingkan perasaan istri ketika mendengarnya, apalagi sudah terlaksana niat yang katanya begitu baik itu!


"Tapi, Ning, kita bisa mencontoh kehidupan mereka, kan?" Ambar kembali menatap suaminya yang masih kukuh untuk membuatnya luluh pada permintaan tidak berperasaan itu.


"Contohlah yang baik, bukan yang bu ruk!" kata Ambar teg as menatap suaminya dengan tidak suka.


"Bur uk? Ini baik, Ning, kita tidak sedang berzin4!" koreksi Hisyam dengan te gas atas ucapan Ambar barusan.


"Baik kalau yang kamu nikahi itu jand4 tu4 yang nggak bisa memberi makan an ak-an aknya. Bukan gàdis atau jand4 muda yang cantik dan sèksi

Comments

Popular posts from this blog

Dihina

Madu yg pahit