Guru pns


Aku seorang gvru P N S yang selama ini mer4sa hidupku s3mpurn4, hingga suamiku yang ust4z meminta izin untuk memb4wa perempuan berc4dar masuk ke rumah kami.


Hisyam langsung mengangguk pelan, kemudian mengembuskan napasnya dengan kàsar.


"Ningsih tidak menyetujui niat Hisyam, Mi." Dengan wajah sedih, Hisyam mengatakan itu hingga membuat semuanya menjadi i b a. 


Terlebih lagi Hisyam yang tidak tahu harus melakukan apa. Dia tidak bisa membuat Ambar menyetujui perintah Kakek, tetapi dia juga tidak bisa membàntah keinginan kakeknya itu.


"Ya sudah, tidak perlu ditanya lagi!" Kakeknya menyahut dan segera pergi dari meja makan. 


Mereka menatap kepergiaan kakeknya dengan ekspresi tàkut. Selama ini, segala perintah atau usulan kakeknya tidak pernah ditolak, salah satunya dengan berpolig4mi. Mereka menyetujuinya, kecuali Hisyam yang tidak bisa menga bulkan perintah itu sekarang.


Selama bertahun-tahun juga, ide kakeknya yang mendòrong semua pria di rumah ini untuk mena mbah istri. Kakeknya terus mende sak semua pria untuk menikah lagi dengan dalih sunah Nabi, akan berpah ala jika bisa menikah lagi, dan polig4mi tidak dilar ang dalam agama. 


Itulah señjata kakeknya ketika ada yang mencoba men olak. Sayangnya, selama ini tidak ada istri yang men olak keinginan pria di rumah itu untuk berpolig4mi selain Ambar. Semuanya ta kut bersuara, karena kakeknya tidak suka ketika perempuan menge luarkan pendapatnya.


Di rumah ini, para istri memang lebih baik jika mulutnya dij4hit saja. Karena suara mereka tidak dibutuhkan dan diinginkan para pria di rumah ini. 


Harusnya mereka menikah dengan robot saja, bisa sesuka hati dim4tikan, diperin tah, tidak memiliki perasaan, sepu4s hati dimai nkan, bisa dicamp4kkan kapan saja, dan pastinya tidak akan drama apa pun. Sayangnya, Ambar bukan salah satu dari robot itu!


Ambar sengaja membawa Yauma tid ur di kam arnya dan Hisyam. Telinganya sudah pànas mendengarkan permo honan Hisyam ketika mereka hendak tid ur. Dengan adanya Yauma, Hisyam akan bungkàm dan tidak berani mengungkapkan semuanya. 


Kalimat yang keluar dari mulut Hisyam akan membuat tid ur nyenyaknya menjadi mi mpi bùruk. Itulah kenapa Ambar benar-benar mùak membiarkan semua drama polig4mi ini terus terjadi setiap hari.


Ambar sangat menyayangkan sifat kepala keluarga di rumah ini. Ilmu aga ma boleh saja tahu, tetapi mereka tidak mengerti cara menjalankan perin tah yang baik dan benar. 


Selain merasa tidak diha rgai sebagai istri Hisyam, Ambar juga menyayangkan sikap mereka yang sepertinya tidak memerlukan suara, pendapat, dan semua yang dia ingin katakan.


Tidak ada keputusan dari Ambar, tidak ada yang bertanya, bahkan meminta Ambar berbicara juga tidak. Mereka membuat Ambar menjadi paham kalau orang-orang di rumah inilah yang membuat nilai-nilai Isla mi menjadi bùruk. 


Mereka menempatkan perempuan pada derajat yang paling rèndah, tidak memiliki ruang, tidak bisa berekspresi, dan tidak bisa mengelola pikirannya dengan baik. Mereka membatasi gerak, suara, pemikiran, dan hidup perempuan di rumah ini. Jelas, Ambar tidak ingin menjadi salah satunya.


Ambar didi dik dengan begitu baik oleh orangtuanya sejak kecil. Dia disekolahkan hingga menjadi guru P N S juga agar menjadi perempuan pintar yang bermar tabat. 


Kalau dengan masuk ke keluarga Hisyam membuat semua kerja keŕas orangtuanya lun tur, Ambar jelas dengan sangat beŕani untuk melàwannya!


Sebelum Hisyam kembali dengan muka meme las untuk disetujui, Ambar terus menepuk pelan tu buh Yauma agar tertid ur pulas lebih cepat. Namun, pikirannya terus berputar bagaimana ucapan kakeknya dan permo honan Hisyam. Ambar merasa saķit hati mendengar itu. 


Dia tidak diha rgai di sini. Lebih parahnya lagi, suaminya sama saja dengan pria-pria itu. Tidak pernah memb ela bahkan bersuara untuk istrinya, Ambar membeñci sikap pria-pria ini yang tidak bertanggung jawab!


Comments

Popular posts from this blog

Dihina

Madu yg pahit