Setelah perce raian Zayn semakin terpuruk, hari-harinya hanya di isi dengan lamunan dan penyesalan. Di sisi lain Ririn, ibu Zayn terus menghiburnya dan membujuk untuk mendekati Sera. 


Seorang gadis yang ia kenal sangat menyukai Zayn sejak lama, juga merupakan anak Bos Surya. meskipun ia tau kala itu Zayn sudah memiliki istri tetapi gencar mera yu Zayn tanpa sepengetahuan Zahra. 


Perce raiannya dengan Zahra membuat hati sang ibu bersorak, penuh kemenangan dengan rencana-rencana li cik yang telah dia susun. 


"Sudahlah Zayn, lupakan Zahra yang tak tau bersyukur itu, di luaran sana masih banyak wanita yang lebih cantik dan baik dari dia. Si Zahra itukan pembangkang, dia hanya tau kesalahan suami.Kesalahan dia sendiri! Selalu dia anggap benar." ucap Ririn mulai mencoba menghasut Zayn pelan-pelan. 


Ia takut, apa bila Zayn kembali lagi pada Zahra, maka dari itu ia terus memberikan bumbu-bumbu kebencian di hati putranya. 


"Arkana, apa Kamu yakin dia anak mu?" Ririn terus menyalakan api di hati anaknya. 


"Maksud Ibu apa bicara seperti itu?"


Zayn sendiri tau jika ibunya tidak suka pada Zahra, tapi jika di hadapan Zahra entah mengapa Zayn merasa ibunya amat sangat menyayangi mantan istrinya itu. 


"Ya siapa yang tau, la orang Ibu aja sering lihat dia bersama laki-laki kok."


Zayn pergi meninggalkan  ibunya sendiri di dapur, ia tak mau membahas itu, gak percaya jika belum melihat dengan mata kepalanya sendiri. 


Comments

Popular posts from this blog

Dihina

Madu yg pahit